Menaklukkan Amanah Kursi Kekuasaan: Antara Sanjungan Dunia dan Pertanggungjawaban Abadi
Bismillah. Hidup adalah sebuah panggung sandiwara di mana setiap insan memiliki peran dan masanya masing-masing.
Di antara sekian banyak titipan nikmat yang diberikan oleh Sang Pencipta, kekuasaan dan jabatan adalah salah satu ujian terbesar bagi manusia.
Melalui sebuah kiriman pengingat diri yang sarat makna, kita diingatkan kembali tentang hakikat sebuah kursi kekuasaan:
"Dulu dihormati, disanjung, dicari dan rumah tak pernah sepi dari kunjungan. Kini setelah pensiun, telepon mulai sunyi, rumah jarang dikunjungi. Mereka yang dahulu selalu dekat, satu per satu menghilang. Ternyata, yang mereka hormati & butuhkan bukan dirimu, tetapi jabatanmu!"
Ilustrasi visual yang kuat ini menggambarkan realitas sosial yang sering kali terjadi di tengah masyarakat. Ketika seseorang berada di puncak kekuasaan, dunia seakan berputar mengelilinginya.
Sanjungan datang silih berganti, pintu rumah tak pernah sepi, dan dering telepon berbunyi tanpa henti. Namun, roda kehidupan terus berputar. Ketika masa jabatan itu usai dan kursi kekuasaan telah ditinggalkan, sunyi pun datang menyapa.
Hakikat Kekuasaan di Hadapan Sang Pencipta
Sebagai umat Islam, kita diajarkan untuk memandang segala bentuk jabatan, kedudukan, dan kekuasaan bukan sebagai alat untuk membanggakan diri, melainkan sebagai amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ali 'Imran ayat 26:
"Katakanlah: Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa yang Engkau kehendaki."
Ayat ini dengan sangat tegas mengingatkan kita bahwa kekuasaan mutlak adalah milik Allah SWT.
Dia-lah yang memberi dan Dia pula yang berhak mencabutnya kapan pun Dia kehendaki dari tangan siapa pun. Manusia hanyalah pemegang titipan sementara.
Rasulullah SAW juga senantiasa mengingatkan para sahabatnya agar berhati-hati dengan kepemimpinan dan jabatan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya." (HR. Bukhari & Muslim)
Hadis ini memperjelas bahwa sekecil apapun jabatan atau amanah yang diemban baik sebagai pemimpin negara, instansi, kepala keluarga, atau bahkan memimpin diri sendiri semuanya memiliki konsekuensi pertanggungjawaban di akhirat kelak.
Jangan Jadikan Jabatan Alasan untuk Merasa Hebat
Seringkali manusia tertipu oleh ilusi kekuasaan. Ketika dihormati banyak orang, timbul rasa sombong dan merasa diri paling hebat.
Padahal, yang dihormati orang lain pada hakikatnya bukanlah kemuliaan pribadi kita, melainkan fasilitas, kewenangan, dan atribut jabatan yang sedang melekat pada diri kita.
Oleh karena itu, pesan bijak mengingatkan kita:
Jangan jadikan jabatan sebagai alasan untuk merasa hebat.
Jadikan jabatan sebagai kesempatan untuk berbuat manfaat.
Sebab, tidak ada manusia yang duduk di kursi kekuasaan selamanya. Akan tiba masanya seseorang harus turun, menanggalkan segala atribut duniawi, dan kembali menjadi masyarakat biasa.
Pada saat itu, yang tersisa bukanlah sanjungan atau fasilitas mewah, melainkan kenangan, penilaian manusia, serta pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT.
Rendah Hati Saat Berkuasa, Bermartabat Saat Tak Berkuasa
Menjaga keseimbangan hati di tengah gelimang kekuasaan adalah kunci keselamatan dunia dan akhirat.
Orang yang cerdas adalah mereka yang tetap rendah hati (tawadhu') ketika berada di puncak kekuasaan, dan tetap tegar serta bermartabat ketika sudah tidak lagi berkuasa.
Mari kita jadikan setiap amanah dan jabatan yang Allah titipkan sebagai ladang amal saleh untuk menebar kebaikan, menolong sesama, dan mendatangkan kemaslahatan bagi banyak orang.
Semoga kita senantiasa dilindungi dari sifat sombong dan terlena oleh sanjungan dunia yang fana.
Artikel ini disarikan dari pengingat diri oleh :
Ronaldo Rozalino (Coach RR)
Teacherpreneur, Content Creator, Motivator, Writer, Business Owner Leader, Composer & Arranger, serta Coach.
Media Sosial Digital:
WhatsApp: 0853 - 6355 - 4777
Instagram / TikTok: @ronaldorozalino
YouTube / Facebook: Ronaldo Rozalino
Site: s.id/RonaldoRozalino
Posting Komentar
Komentar ya